Minggu, 17 Mei 2020

Peran Teknologi Informasi dalam Mengatasi Permasalahan Pendidikan Pada Kondisi Pendemi Covid-19

Mei 12, 2020

TUGAS
PERAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM MENGATASI PERMASALAHAN PENDIDIKAN PADA SAAT PANDEMI COVID-19


MATA KULIAH
DASAR – DASAR ILMU PENDIDIKAN


Dosen Pembimbing :
Dr. Ismaniar, S.Pd., M.Pd


Oleh : Ananda Dwiky Putra 17087053


FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2020







PERAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM MENGATASI PERMASALAHAN PROSES PEMBELAJARAN PADA SAAT PANDEMI COVID-19



Coronavirus disease 2019 atau disingkat COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh SARS-CoV-2, salah satu jenis koronavirus. Penderita COVID-19 dapat mengalami demam, batuk kering, dan kesulitan bernafas. Pada penderita yang paling rentan, penyakitini dapat berujung pada pneumonia dan kegagalan multiorgan.

Infeksi ini menyebar melalui percikan (droplet) dari saluran pernapasan yang sering dihasilkan saat batuk atau bersin dari satu orang ke orang lain. Sampai saat ini belum ada vaksin atau obat yang dapat menyembuhkan penyakit ini. Pencegahan yang dapat dilakukan yaitu dengan rajin mencuci tangan, etika batuk, menghindari kontak jarak dekat dengan orang sakit.

Dalam situasi wabah virus korona di Indonesia ini berdampak pada dunia pendidikan, pemerintah pusat hingga daerah memberi kebijakan meliburkan seluruh lembaga pendidikan. Hal ini dilakukan sebagai upaya mencegah penularan virus korona. Akan tetapi pendidikan tidak berhenti begitu saja contohnya, saat ini seluruh perguruan tinggi menerapkan kuliah online.

Hal ini sebenarnya tidak masalah bagi perguruan tinggi yang memiliki system akademik berbasis daring. Namun akan menjadi problem bagi perguruan tinggi yang belum memiliki akademik berbasis daring ini, namun setiap kegiatan yang dilakukan pasti memiliki dampak positif dan negatif begitu juga sistem pembelajaran online yang mulai diterapkan dibeberapa negara pada saat ini termasuk indonesia sendiri. Kuliah online dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada seluruh warga indonesia untuk menikmati pendidikan dimana saja yang dia suka.

Dampak positif :

  1. Kita bisa mendapatkan materi dengan mudah dan belajar mengevaluasi pembelajaran sendiri dirumah sesuai keinginan hati kita masing – masing. Sambil tiduran,sambil makan,sambil bercanda bersama keluarga, Yang pasti sembari menerapkan social distancing dan tetap menetap dirumah/kos mengikuti anjuran pemerintah.
  2. Kita bisa menghemat waktu dan lebih bisa membagi waktu.

Dampak negatif :

  1. Banyaknya orang salah mempergunakan waktu belajar online atau kurang memanfaatkan belajar online,banyak kita temukan waktu belajar online membuka instagram, bermain game online. Sedangkan E-learning nya dibuka hanya untuk absen saja bukan untuk membaca materi atau untuk belajar.
  2. Tidak adanya pembimbing untuk mengajarkan secara langsung. 
  3. Dll.
Dengan perkembangan teknologi imformasi dan komunikasi yang begitu cepat dampak yang sangat besar dari sebuah fakta pada lingkungan siswa seperti terjadi interaksi belajar-mengajar antar Guru dan Siswa dalam dunia pendidikan saat ini, karena siswa lebih dilengkapi teknologi, daripada seorang guru. Disinilah perlu melibatkan tenaga profesional yang ada di setiap satuan pendidikan untuk meningkatkan kompleksitas proses pembelajaran di satuan pendidikan terutama harus melibatkan Kepala sekolah sebagai pemimpin menajerial di sekolah. Guru hanya sebagai pengelola kelas yang memiliki peran penting dalam keberhasilan pelaksanaan pembelajaran secara daring tersebut. Ini yang menyangkut tugas-tugas yang harus dilakukan Guru seperti merencanakan, mempersiapkan, melaksanakan dan mengevaluasi proses pembelajaran melalui melalui media daring, pengajaran, bimbingan, dan pengawasan. Siswa harus mendapatkan fasilitas pembelajaran supaya dapat meningkatkan pemahaman terhadap materi- materi yang di berikan oleh guru melalui sistem online.
Administrator mempunyanyi kewajiban untuk mengakses dalam mengelola keseluruhan sistem diantaranya mengelola master data sistem, dan mengelola akses seluruh pengguna sistem seperti penyelenggara , Guru dan siswa dapat mengatur pengelolaan seluruh kelas melalui Wali kelasnya masing-masing. Sistem pembelajaran seperti sekarang ini di dunia pendidikan di saat wabah Corona virus disease 19 (covid 19) Kurikulum 2013 (K. 13 )sangat sesuai di gunakan dalam dunia pendidikan kita sekarang ini, karena, pada kurikulum 2103 sekarang ini dilakukan Pembelajaran Berpusat Pada Siswa (Student Centered Learning), sebagai mana yang tertuang dalam dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) no. 81A tentang Implementasi Kurikulum 2013.